Friday, September 12, 2008

Camouflage As A Defense Strategy

Khususnya binatang melata yang hinggap di pohon kamuflase bisa juga dilakukan oleh manusia. Kamuflase dijadikan strategi untuk bertahan hidup dan selamat dari bahaya yang bisa muncul kapan saja. Survival strategy yang seperti ini sudah sering dijalankan oleh para dalam masa peperangan agar tidak dikenali oleh musuh dengan mudah. Bila pengguna strategi ini tidak menerapkannya, kecenderungan untuk cepat dikenali dan terlihat oleh musuh dari kejauhan akan lebih besar.

Suatu saat anda akan melihat juga bahwa sebenarnya strategi ini juga diterapkan oleh manusia bukan hanya pada saat peperangan dan sewaktu berhadapan dengan musuh. Di lingkungan yang aman pun strategi ini dijalankan untuk mencari celah-celah dari sekian banyak kesempatan ketika seseorang ingin meraih sukses dengan segala macam cara. Saya sendiri baru saja melihat strategi ini dijalankan dalam kancah pencarian nikmat di lingkungan kerja. Para ABS akan senang menerapkannya.

Ketika kita berusaha menerapkan strategi pencarian nikmat—dengan label kamuflase atau mbunglon—di lingkungan kerja mana saja kita berada, sayangnya banyak orang yang akan sinis kepada kita. Berarti strategi ini memang hanya pantas dilakukan oleh binatang saja. Sementara itu, kelompok manusia tertentu saja yang berani memakai. Entah bagaimana pendapat anda semua?


First release,