Thursday, September 25, 2008

Sekolah Efektif

Visi tentang sekolah efektif banyak dikembangkan menjadi riset guna meningkatkan kinerja sekolah sebagai satu lembaga pendidikan formal. Dari California Center for Effective School kita bisa mengambil suatu kerangka kerja untuk mereformasi lembaga pendidikan berdasarkan pada tujuh prinsip atau pilar yang diperoleh dari hasil berbagai penelitian empirik dan studi kasus tentang keberhasilan sekolah. Kesemuanya menggambarkan budaya dan iklim belajar sekolah sebagai wadah siswa-siswa yang sukses belajar. Pilar budaya dan iklim sekolah ini secara terus menerus mengarahkan sekolah, administrator dan para guru guna mengembangkan jalan-jalan yang bisa meningkatkan budaya sekolah dan kebehasilan belajar siswa.

Misi sekolah yang jelas dan terarah
Di dalam sebuah sekolah yang efektif, terdapat suatu misi yang diartikulasikan secara jelas sehingga para staf pengajar sama-sama memiliki pemahaman dan komitmen terhadap tujuan instruksional, memiliki prioritas pengajaran, assesmen yang prosedural dan akuntabilitias kerja.
•Staf sekolah mengetahui dan memahami misi utama sekolah
•Pembelajaran siswa menjadi kriteria utama dalam menetapkan kebijakan
•Standart pembelajaran nasional digabungkan dan disesuaikan dengan kurikulum lokal
•Program pengajaran berfokus kepada grade yang spesifik atau harapan tingkat pembelajaran siswa. Indikator kemampuan diidentifkasi dan disepakati oleh staf pengajar.

Harapan sukses yang tinggi
Di dalam sekolah yang efektif, terdapat suatu iklim harapan dimana staf pengajar yakin dan mampu menunjukkan bahwa semua siswa bisa meraih penguasaan ketrampilan belajar yang utama dan bahwa para staf pengajar memiliki kemampuan untuk membantu siswa agar berhasil dalam belajar.
•Guru yakin bahwa semua siswa mampu belajar dan berharap mereka bisa sukses belajar, hal ini terlihat dari sikap dan perilaku mereka yang secara jelas dikomunikasikan kepada siswa
•Perhatian diberikan secara adil kepada semua siswa baik yang tingkat keberhasilannya tinggi maupun yang rendah
•Siswa mengetahui harapan-harapan yang ditujukan kepada mereka, dan guru memberikan kesempatan bagi siswa untuk meraih sukses
•Guru memberikan banyak kesempatan bagi siswa dalam hal tanggung jawab dan kepemimpinan

Kepemimpinan Instruksional 
Di dalam sekolah yang efektif, kepala sekolah merupakan pemimpin instruksional yang rela berbagi kepemimpinan staf pengajar. Kepala sekolah merupakan pemimpin dari para pemimpin.
•Kepala sekolah, bersama staf pengajar lainnya, menekankan bahwa tujuan sekolah yang utama adalah belajar
•Kepala sekolah dan para guru bersikap aktif dan terlibat dalam seluruh aspek di sekolah. Mereka miliki sikap memberi, ulet, mendukung dan berdedikasi kepada misi sekolah.
•Kepala sekolah dan para guru mengungkapkan harapan-harapan yang tinggi untuk penampilan kemampuan guru, staf dan administrator
•Kepala sekolah dan guru bekerja sama untuk saling menguatkan program-program instruksional dan memonitor kemajuan belajar siswa

Frekuensi monitoring kemajuan belajar siswa
Di dalam sekolah yang efektif, sering dilakukan pengujian kemajuan akademik siswa. Berbagai macam prosedur pengukuran kemajuan belajar siswa digunakan dan hasil-hasil assessmen digunakan untuk meningkatkan kemampuan individu siswa dan untuk meningkatkan program instruksional
•Data hasil belajar bisa mendorong perubahan dalam program-program pengajaran dan procedural sekolah
•Data test, distribusi nilai dan pola pendaftaran dianalisa menurut gender dan status sosio-ekonomi untuk mendeteksi adanya ketidaksesuaian data dan untuk memastikan bahwa seluruh siswa benar-benar belajar
•Uraian tentang kemampuan belajar siswa sama-sama diketahui oleh para staf pengajar dan dilaporkan ke masyarakat. Nilai untuk tingkat wilayah dan sekolah dianalisa oleh para staff untuk menjadi acuan tentang keberhasilan program dan menetapkan target di program-program baru demi kemajuan sekolah
•Norm-referenced tests dan authentic assessments dirancang dan digunakan oleh guru untuk menguji tingkat kemampuan siswa dan tujuan pembelajaran

Kesempatan belajar dan waktu menjalankan tugas
Di dalam sekolah yang efektif, guru mengalokasikan waktu yang cukup untuk proses belajar mengajar di kelas dan ketrampilan-ketrampilan khusus
Waktu yang dialokasikan untuk pengajaran dalam bidang studi yang termasuk content area dikhususkan. Jumlah waktu yang disediakan untuk pengajaran content area tertentu diselaraskan dengan proses pembelajaran
•Guru berusaha mengurangi penyimpangan pembelajaran dan berfokus kepada tujuan pembelajaran
•Secara jelas guru mengkomunikasikan tentang tujuan dan maksud setiap pelajaran
•Tingkat keberhasilan siswa, guna mencapai standart belajar, adalah 80-85% untuk memastikan pembelajaran yang produktif. Hal ini dijalankan guru dengan memonitor kualitas rencana pelajaran, merevisi, mengajarkan kembali dan memberikan tugas yang lain kepada siswa untuk tujuan pembelajaran yang sama

Lingkungan yang aman dan teratur
Di dalam sekolah yang efektif, ada suasana yang teratur dan sehat yang bebas dari ancaman fisik. Lingkungan sekolah kondusi untuk proses belajar mengajar.
• Staff sekolah yakin, dimana sikap dna perilaku mereka menunjukkan, konsistensi sesama staff merupakan kunci lingkungan yang positif
• Staff sekolah menerima tanggung jawa yang menetapkan mereka tetap menjalani tugas sekolah dimanapun dan kapanpun mereka berada di sekolah
• Ada iklim positif bagi siswa. Perilaku yang baik, penerimaan, usaha dan tanda penghargaan diberikan
• Penampilan fisik di dalam gedung terawatt dan perhatian administrative terhadap penampilan sekolah menjadi kunci yang penting

Hubungan sekolah dan rumah
Di dalam sekolah yang efektif, orangtua memahami dan mendukung misi sekolah dan diberikan kesempatan untuk memainkan peranan penting dalam membantu sekolah dalam mencapai keberhasilan misi tersebut
• Orangtua memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan-tujuan sekolah dan stadart kurikulum melalui jalur komunikasi yang efektif
• Orangtua diberi informasi tentang tata-cara membantu putra-putri mereka di rumah
• Orangtua menerima informasi yang lengkap tentang kemajuan belajar anak-anak mereka, termasuk hasil-hasil ujian nasional dan apakah anaknya tersebut berhasil, dengan nilai di bawah atau di atas standart
• Berbagai cara digunakan untuk berkomunikasi dengan orangtua termasuk dengan buku pegangan, surat pemberitahuan, catatan rumah, panggilan telepon, konferensi guru dan orangtua, kunjungan rumah, paket belajar di rumah serta pertemuan di sekolah dan di kelas.