Thursday, October 23, 2008

Masuk gerbang

Kalau ada yang membaca tulisan ini jangan dianggap saya protes. Ini hanya perasaan saya yang sengaja dipublikasikan. Barangkali Allah berkenan membaca suara hati saya dan meridloi apa-apa yang saya perbuat. Perasaan saya nyata adanya.

Hampir setiap pagi saya melewati pintu gerbang madrasah. Tidak ada masalah. Karena saya juga termasuk guru yang mengajar di sini. Mulai hari Senin saya rasa, muncul suatu kejadian luar biasa. Pasalnya, setelah mengantarkan Roihan ke sekolah dan langsung menuju ke madrasah, hampir semua orang mulai guru, karyawan dan terutama siswa harus menuntun sepeda dan sepeda motor mereka. Tulisan yang digantung di atas pintu gerbang menyatakan: "Silahkan turun dari sepeda. Mesin dimatikan. Lebih sopan anda tidak menaiki kendaraan anda."

Ada apa gerangan?!! Seperti kembali pada jaman Jepang dulu. Cerita kakek, semua orang yang melewati pintu gerbang kota yang dijaga oleh tentara Jepang harus turun dari sepeda onta dan menghormat ke arah penjaga. Kalau tidak melakukan seperti yang dinginkan oleh penjaga, jangan harap bisa selamat dari gebukan mereka. Wah, madrasah ini sudah dijajah oleh Jepang!